Mengenal Bunga Pagoda, Manfaat dan Kandungan

Source: Commons.wikimedia.org, Pagoda Plant (Clerodendrum paniculatum)

Bunga pagoda merupakan bunga yang rasanya manis, sejenis famili Verbenaceae. Tanaman hias ini biasanya banyak dikembangkan di kebun, taman, pekarangan atau pinggir jalan kota.

Di Indonesia spesies ini tumbuh di tanah yang kaya akan humus dan air yang cukup.

Sinar matahari yang cukup sangat membantu untuk pertumbuhan yang optimal.

Ciri khas tanaman perdu tahunan ini adalah tingginya bisa mencapai 1-3 meter.

Ada banyak khasiat yang dimiliki oleh tanaman ini, seperti pada bunga pagoda dapat digunakan sebagai penenang (sedatif) dan dapat menghentikan pendarahan.

Selain itu daun dan akar merupakan bagian terpenting dari tumbuhan dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat.

 


Nama Daerah

Senggugu; Tumbak raja

Nama Latin : Clerodendrum japonicum


Deskripsi Tanaman Bunga Pagoda

Tanaman perdu/semak daun, tinggi 1-3 m. Batangnya dipenuhi rambut halus. Daun tunggal, bertangkai, letaknya berhadapan.

Daun lonjong (bulat telur) melebar, pangkal daun berbentuk jantung, daun tua berujung jari, panjangnya bisa mencapai 30 cm.

Bunganya merupakan bunga majemuk berwarna merah, terdiri dari bunga-bunga kecil yang berkumpul membentuk piramida, keluar dari ujung tangkai.

Buahnya bulat.

Habitat: Tumbuh di pekarangan atau di pinggir jalan.


Bagian Tanaman Yang Digunakan

Bunga; Akar; Daun


Kandungan kimia

Alkoloid; Zat Samak; Garam Kalium


Khasiat/ Manfaat Bunga Pagoda

Antiradang; Hemostatis; Sedatif; Diuretik


Resep Obat/Cara Pengolahan

Bisul dan Koreng:

7 lembar bunga pagoda; Madu 25 ml; Air 110 ml, rebus hingga mendidih selama 15 menit, diminum pagi dan sore.

 

Wasir berdarah:

25 g Akar bunga pagoda; 110 ml air, rebus hingga mendidih, minum 2 kali sehari.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *