Mengenal Bayam Duri, Manfaat dan Kandungan

Amaranthus spinosus, Source: commons.wikimedia.org

Bayam duri adalah tanaman yang dapat dimakan dan sangat populer di seluruh dunia karena khasiat obatnya. Diyakini sebagai tanaman pangan tertua sejak 6700 SM.

Daunnya terkadang terlihat seperti bayam dan berwarna merah, hijau, ungu dan emas.

Bayam duri memiliki khasiat obat yang sangat baik. Diketahui bahwa semua bagian tumbuhan mengandung bahan aktif terapeutik.

Daun bayam duri sangat efektif dalam mengobati penyakit malaria. Selain itu, juga digunakan untuk sakit perut, disentri, cacar air, uretritis, demam, histeria, muntah, mania, radang amandel, dan lain-lain.


Nama Daerah

Bayam duri berasal dari suku Amaranthus. Orang-orang mengenalnya dengan berbagai nama. Di Lampung, bayam duri dikenal dengan nama bayam kerui. Ada juga yang mengenalnya senggang cucuk (sunda), bayam raja, bayam roda, eri bayam, bayam cikron (jawa), ternyak lakek, ternyak duri (Madura).

Di Bali namanya Bayam Kikihan, Kerug Pasih atau Bayam siap. Sedangkan di Minahasa ada nama Kedawa Mawaw, karawa in asu, karawa rap-rap, dan korawa kawayo. Di Makassar namanya Sinau katinting, di Bugis disebut Podo Maduri. Namun di Halmahera Utara, bayam duri lebih dikenal dengan nama Maijanga atau ma hohoru, di Ternate namanya Baya, sedangkan di Loda disebut Loda.

Nama Latin: Amaranthus spinosus Linn


Deskripsi Tanaman Bayam Duri

Bayam duri, sering dianggap remeh. Dibandingkan sayur bayam biasa, meski rasanya sama, tanaman ini jarang disentuh. Bahkan banyak yang tidak disadari, selain enak, tanaman ini kaya akan khasiat, menyembuhkan disentri, bisul, dan keputihan.


Sifat Kimiawi

Kaya akan kandungan kimiawi antara lain amarantin, kalium nitrat, rutin, piridoksin, garam fosfat, zat besi, Vitamin A, C dan K.


Efek Farmakologis

Tanaman ini memiliki sifat meridien jantung dan ginjal. Menghilangkan panas (anti piretik), peluruh kencing (diuretic), mengeluarkan racun (anti toksin) meredakan pembengkakan, menghentikan diare dan membersihkan darah. Tumbuhan ini bersifat: Manis, pahit dan sejuk.


Bagian Tanaman Yang Dijadikan Obat

Semua tanaman baik segar maupun kering diangin-anginkan.


Cara Budidaya

Dengan cara Stek ataupun biji.


Khasiat/ Manfaat Bayam Duri

Seperti yang tertulis dalam buku Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 1 karangan Dr. Setiawan Dalimartha, Trubus Agriwidya, Jakarta, 1999 disebutkan bahwa dengan memanfaatkan akarnya banyak manfaat yang bisa diambil.

Misalnya untuk pengobatan bisul keras, ambeien (wasir), eksim, gusi berdarah bengkak, melancarkan air susu ibu/ ASI (laktagoga), demam, kutil, luka bakar dan gigitan ular berbisa. Semua tanaman direbus, air hangat digunakan untuk merendam kaki yang sakit dan rematik.


Resep Obat/ Cara Pengolahan

Disentri:

30 gram akar segar dicuci bersih, ditambah 15 gram gula aren dan air bersih secukupnya kemudian direbus hingga tersisa 1 gelas, minum sebelum makan.

 

Keputihan:

30-60 gram akar segar dicuci bersih lalu ditambahkan sedikit gula batu, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 gelas, disaring lalu diminum.

 

Nyeri Tenggorokan:

45 gram akar segar dicuci bersih, direbus dan diminum.

 

Bisul:

Daun segar secukupnya dicuci bersih lalu digiling halus, campurkan madu secukupnya hingga menutupi bisul lalu balut. Diganti 2x sehari.

 

Wasir:

Segenggam daun segar dicuci bersih, direbus dan digunakan untuk menguapi dan mencuci wasir.

 

Eksim (Dermatitis):

Semua tanaman secukupnya direbus, tambahkan sedikit garam dan airnya digunakan untuk membasuh bagian yang sakit.

 

Radang saluran pernapasan:

Daun 1/4 genggam dicuci bersih lalu ditumbuk halus, diberi air matang 3 sendok makan dan sedikit garam, diperas dan disaring lalu diminum 2x sehari

 

Urine tidak lancar:

Sepotong akar bersama bonggolnya dicuci bersih, rebus dengan 2 gelas air bersih menjadi 1 gelas, minum sekaligus.

 

Gusi berdarah:

Tanaman dibakar secukupnya (dengan alas genteng) dan dibuat menjadi bubuk, digunakan sebagai salep dioleskan ke daerah yang terkena.

 

Meningkatkan produksi susu:

Satu batang bayam dicuci bersih, digiling halus dan digunakan sebagai tapal di sekitar payudara.

 

Demam:

Segenggam daun segar dicuci bersih, ditumbuk, ditambahkan air, digunakan sebagai tapal pada kening.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *